Peraturan Perjalanan Udara Terbaru Dampak COVID19

Large cover blog   peraturan terbaru

Selama masa transisi menuju new normal, sesuai dengan SE No. 7/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), maskapai akan kembali beroperasi melayani perjalanan dengan syarat berikut ini:

  1. Penumpang wajib menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, menjaga jarak (minimal 1 meter), dan mencuci tangan sebagai persyaratan melakukan perjalanan.
  2. Persyaratan perjalanan udara domestik:
    • Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
    • Menunjukkan surat keterangan uji Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 7 hari atau surat keterangan uji Rapid Test negatif COVID-19 berlaku maksimal 3 hari sebelum keberangkatan.
    • Menunjukkan surat keterangan bebas gejala, seperti influenza yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  3. Mengunduh atau mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler. Aplikasi dapat ditemukan dengan mudah di App Store maupun Google Play Store.
  4. Persyaratan kedatangan dari luar negeri:
    • Setiap penumpang wajib melakukan tes PCR sesampainya di bandara apabila belum melaksanakan dan tidak bisa menunjukkan surat hasil tes PCR dari negara keberangkatan.
    • Selama waktu tunggu pemeriksaan tes PCR, setiap orang wajib menjalani karantina di tempat akomodasi yang disediakan pemerintah atau memanfaatkan akomodasi setempat yang telah mendapatkan sertifikasi penyelenggaraan akomodasi karantina COVID-19 dari Kementerian Kesehatan.
  5. Persyaratan perjalanan tambahan untuk beberapa daerah khusus:
    • Untuk tujuan Belitung, di bandara Tanjung Pandan (TJQ), penumpang harus membawa surat keterangan sehat dan KTP yang di fotokopi sebanyak 2 (dua) rangkap serta mengisi deklarasi kesehatan di alamat website http://wauu.Belitung.id dan menyimpan QR code untuk diverifikasi oleh petugas di bandara
    • Untuk tujuan Papua, penumpang wajib memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku sesuai dengan SE No. 550/6501/SET

LION GROUP

Untuk penerbangan dengan keberangkatan setelah tanggal 10 Juni 2020, calon penumpang maskapai Lion Air (JT), Wings Air (IW), dan Batik Air (ID) wajib mempersiapkan persyaratan perjalanan sesuai dengan SE No. 7/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), sebagai berikut:

  1. Penumpang wajib tiba 4 jam sebelum jadwal keberangkatan. Untuk keberangkatan dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, penerbangan domestik di Terminal 2E dan penerbangan internasional di Terminal 3.
  2. Membawa identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
  3. Membawa surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
    • Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 3 hari sejak diterbitkan; atau
    • Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan; atau
    • Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  4. Menjaga kebersihan baik sebelum penerbangan, saat di dalam pesawat, maupun di bandara kedatangan dengan cara:
    • Mengenakan masker
    • Mencuci tangan atau menggunakan cairan pembersih kuman pada tangan (hand sanitizer)
    • Mengikuti aturan jaga jarak aman (physical distancing);
    • Menjaga kebersihan;
    • Mengikuti petunjuk awak pesawat.

GARUDA INDONESIA

Untuk penerbangan dengan keberangkatan setelah tanggal 10 Juni 2020, calon penumpang dengan maskapai Garuda Indonesia (GA), penumpang wajib mempersiapkan persyaratan perjalanan sesuai dengan SE No. 7/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan SE Menkes No. HK.03.01/MENKES/338/2020 tentang Protokol Kesehatan Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA dari Luar Negeri di Pintu Masuk Negara dan di Wilayah pada Situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagai berikut:

  1. Penumpang wajib tiba 4 jam sebelum jadwal keberangkatan.
  2. Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
  3. Untuk perjalanan domestik, kecuali dari dan ke Denpasar (DPS), penumpang perlu membawa surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
    • Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 3 hari sejak diterbitkan; atau
    • Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan; atau
    • Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  4. Bagi penumpang yang melakukan perjalanan internasional menuju Indonesia (selain menuju Denpasar (DPS) dan Balikpapan (BPN)), apabila tidak membawa hasil uji PCR akan tetap diizinkan masuk dengan kewajiban mengikuti prosedur PCR dan karantina oleh otoritas setempat sampai hasil PCR diterbitkan.
  5. Untuk perjalanan domestik di bandara kedatangan Denpasar (DPS) penumpang perlu membawa dokumen, di antaranya:
    • Surat keterangan sehat dari rumah sakit/laboratorium setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan.
    • Form aplikasi untuk memperoleh kode QR sebagai kode verifikasi yang harus ditunjukkan kepada petugas bandara. Form aplikasi tersebut bisa diakses di https://cekdiri.baliprov.go.id.
  6. Untuk perjalanan domestik di bandara kedatangan Jakarta (CGK) penumpang perlu membawa dokumen, di antaranya:
    • Surat Izin Keluar Masuk Jakarta (SIKM) sesuai dengan Pergub No. 47 tahun 2020. (informasi lebih lanjut dapat ditemukan di https://corona.jakarta.go.id).
    • Surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
      1. Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 3 hari sejak diterbitkan; atau
      2. Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan; atau
      3. Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  7. Untuk perjalanan di bandara kedatangan Balikpapan (BPN), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan sesuai dengan Surat Edaran Walikota Balikpapan Nomor 551.43/0284/Dishub tentang Pengendalian Penumpang/Kedatangan di Pintu Masuk Kota Balikpapan pada Masa Pandemi, di antaranya:
    • Khusus bagi penumpang non-KTP Kalimantan Timur, wajib membawa surat keterangan sehat dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan COVID-19 setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan (tidak menerima hasil uji Rapid Test).
    • Bagi penumpang yang tidak memiliki Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk uji PCR dapat membawa hasil Rapid Test non-reaktif sebanyak 2 kali pemeriksaan dan wajib melakukan isolasi mandiri di Balikpapan selama 14 hari.
    • Seluruh penumpang wajib membawa dokumen lainnya sesuai Surat Edaran Walikota Balikpapan Nomor 551.43/0284/Dishub.
  8. Mengunduh atau mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler. Aplikasi dapat ditemukan dengan mudah di App Store maupun Google Play Store.
  9. Seluruh dokumen harus dibawa termasuk fotokopi untuk dilaporkan pada Petugas Check-In Counter.
  10. Mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan atau form Health Alert Card (HAC) secara offline maupun online melalui aplikasi smartphone atau melalui website http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.
  11. Penumpang wajib menggunakan masker selama penerbangan maupun di area bandara.

CITILINK

Untuk penerbangan dengan keberangkatan setelah tanggal 10 Juni 2020, calon penumpang dengan maskapai Citilink (QG), penumpang wajib mempersiapkan persyaratan perjalanan sesuai dengan SE No. 7/2020 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman dari Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) dan SE Menkes No. HK.03.01/MENKES/338/2020 tentang Protokol Kesehatan Penanganan Kepulangan WNI dan Kedatangan WNA dari Luar Negeri di Pintu Masuk Negara dan di Wilayah pada Situasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), sebagai berikut:

  1. Penumpang wajib tiba 4 jam sebelum jadwal keberangkatan.
  2. Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah).
  3. Untuk perjalanan domestik, kecuali dari dan ke Denpasar (DPS), penumpang perlu membawa surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
    • Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 3 hari sejak diterbitkan; atau
    • Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan; atau
    • Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  4. Bagi penumpang yang melakukan perjalanan internasional menuju Indonesia (selain menuju Denpasar (DPS) dan Balikpapan (BPN)), apabila tidak membawa hasil uji PCR akan tetap diizinkan masuk dengan kewajiban mengikuti prosedur PCR dan karantina oleh otoritas setempat sampai hasil PCR diterbitkan.
  5. Untuk perjalanan menuju bandara Pontianak (PNK), penumpang wajib melengkapi seluruh dokumen sebanyak 4 (empat) rangkap.
  6. Untuk perjalanan domestik di bandara kedatangan Denpasar (DPS) penumpang perlu membawa dokumen, di antaranya:
    • Surat keterangan sehat dari rumah sakit/laboratorium setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan.
    • Form aplikasi untuk memperoleh kode QR sebagai kode verifikasi yang harus ditunjukkan kepada petugas bandara. Form aplikasi tersebut bisa diakses di https://cekdiri.baliprov.go.id.
  7. Untuk perjalanan domestik di bandara kedatangan Jakarta (CGK) penumpang perlu membawa dokumen, di antaranya:
    • Surat Izin Keluar Masuk Jakarta (SIKM) sesuai dengan Pergub No. 47 tahun 2020. (informasi lebih lanjut dapat ditemukan di https://corona.jakarta.go.id).
    • Surat keterangan sehat dari fasilitas kesehatan dengan ketentuan:
      1. Hasil Rapid Test negatif COVID-19 maksimal berlaku 3 hari sejak diterbitkan; atau
      2. Hasil Reverse Transcription - Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) negatif COVID-19 berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan; atau
      3. Surat keterangan bebas gejala seperti influenza bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas RT-PCR maupun Rapid Test.
  8. Untuk perjalanan di bandara kedatangan Balikpapan (BPN), penumpang perlu mempersiapkan persyaratan sesuai dengan Surat Edaran Walikota Balikpapan Nomor 551.43/0284/Dishub tentang Pengendalian Penumpang/Kedatangan di Pintu Masuk Kota Balikpapan pada Masa Pandemi, di antaranya:
    • Khusus bagi penumpang non-KTP Kalimantan Timur, wajib membawa surat keterangan sehat dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan Rujukan COVID-19 setempat yang menerangkan bahwa penumpang negatif COVID-19 berdasarkan metode Swab Test atau PCR (Polymerase Chain Reaction) dengan periode perjalanan maksimum 7 hari setelah tes dilakukan (tidak menerima hasil uji Rapid Test).
    • Bagi penumpang yang tidak memiliki Fasilitas Pelayanan Kesehatan untuk uji PCR dapat membawa hasil Rapid Test non-reaktif sebanyak 2 kali pemeriksaan dan wajib melakukan isolasi mandiri di Balikpapan selama 14 hari.
    • Seluruh penumpang wajib membawa dokumen lainnya sesuai Surat Edaran Walikota Balikpapan Nomor 551.43/0284/Dishub.
  9. Surat Pernyataan Perjalanan Dalam Masa Penanggulangan Penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diunduh di sini.
  10. Mengunduh atau mengaktifkan aplikasi Peduli Lindungi pada perangkat telepon seluler. Aplikasi dapat ditemukan dengan mudah di App Store maupun Google Play Store.
  11. Seluruh dokumen harus dibawa termasuk fotokopi untuk dilaporkan pada Petugas Check-In Counter.
  12. Mengisi Kartu Kewaspadaan Kesehatan atau form Health Alert Card (HAC) secara offline maupun online melalui aplikasi smartphone atau melalui website http://sinkarkes.kemkes.go.id/ehac.
  13. Penumpang wajib menggunakan masker selama penerbangan maupun di area bandara.
  14. Penumpang wajib mengikuti aturan menjaga jarak aman (physical distancing) minimal 1 meter dengan orang lain.
Berlangganan newsletter special promo dan penawaran terbaik